
Aceh Tamiang, 25 Februari 2026 – Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke lokasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Berdampak Universitas Samudra di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Program yang diusung mengangkat judul “Dalam Upaya Pemulihan Paska Banjir Bandang melalui Penyediaan Air Bersih, Rehabilitasi Lingkungan dan Penerapan Hidroponik Sistem Apung Desa Kota Lintang” dan dilaksanakan oleh satu kelompok yang terdiri dari 50 mahasiswa. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pengampu Beni Al Fajar, S.Pd., M.Sc., Herlina Putri Endah Sari, S.Si., M.Sc., serta Muhammad Isra, S.T., M.T., dengan fokus utama pada rehabilitasi lingkungan, penyediaan air bersih berbasis panel surya, dan pengembangan hidroponik adaptif.
Dalam pemaparannya, Beni Al Fajar, S.Pd., M.Sc. menjelaskan bahwa kehadiran 50 mahasiswa sekaligus diharapkan memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat. Rehabilitasi lingkungan dilakukan melalui pembersihan rumah warga dengan klasifikasi tertentu seperti lansia dan janda, pembersihan tempat ibadah, fasilitas umum, sekolah TK dan SD, serta membantu membersihkan kursi dan meja belajar. Mahasiswa juga berkontribusi membuka saluran selokan agar aliran air kembali lancar, meskipun untuk lumpur berat tetap ditangani oleh petugas khusus.
Sementara itu, program air bersih memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi alternatif. Sebelumnya, warga mengambil air dari toren di pinggir jalan maupun dari musala yang menjadi titik kumpul saat banjir. Kini, sistem air bersih yang telah aktif memberikan kemudahan akses dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara lebih layak.

Pada sektor ketahanan pangan, tim mahasiswa menerapkan hidroponik sistem apung dan sistem wick. Sistem apung memerlukan aerator untuk suplai oksigen, sedangkan sistem wick memanfaatkan sumbu untuk mengalirkan nutrisi tanaman sehingga tetap dapat berjalan meskipun pasokan listrik kurang stabil. Pendekatan ini dirancang agar teknologi yang diterapkan adaptif dengan kondisi pascabencana.
Menurut M. Ashfa Atqia, salah satu mahasiswa PKM Berdampak, program ini memberikan pengalaman nyata dalam membantu masyarakat secara langsung. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa turun langsung ke rumah warga, sekolah, hingga memastikan sanitasi air bersih berjalan optimal. “Harapannya ke depan kami dapat membantu lebih banyak masyarakat dan memperluas dampak program ini,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Imam Masjid setempat, Said Kudri, yang menyebutkan bahwa fasilitas air bersih tersebut sangat bermanfaat dan sering dimanfaatkan warga juga menilai keberadaan program ini membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Furqan Ishak Aksa,S.Pd., M.Pd., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Dr. Nasruddin, S.T., M.T. Ketua LPPM Unsam, Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., dan Tim sebagai bentuk dukungan penuh pimpinan universitas terhadap pelaksanaan program mahasiswa berdampak.

Melalui kunjungan ini, pimpinan universitas bersama Direktur DPPM Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya keberlanjutan program mahasiswa berdampak yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Sinergi antara kementerian, universitas, dosen, mahasiswa, dan masyarakat di Desa Kota Lintang diharapkan menjadi model pengabdian yang tidak hanya responsif terhadap bencana, tetapi juga berkelanjutan dalam mendukung pemulihan sosial dan lingkungan. (Humas_Unsam)
Sumber : unsam.ac.id