Lumpur Bukan Halangan: Cerita Mahasiswa Unsam-UNY Hidupkan Kembali TPA dan Belajar Darurat di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG, GLOBALDETIK.COM – Universitas Samudra (Unsam) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan Kolaborasi selama satu bulan di Desa Mesjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut, Kamis (6/2/2026).

Kegiatan KKN kemanusiaan ini difokuskan pada tiga program utama, yaitu pembersihan fasilitas umum, pendampingan psikososial bagi anak-anak, dan pengadaan pembelajaran darurat bagi siswa yang terdampak banjir.

Pada pekan awal pelaksanaan, mahasiswa KKN lebih fokus melakukan pembersihan fasilitas umum yang terdampak lumpur banjir. Salah satu fasilitas yang dibersihkan adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang sempat berhenti beroperasi karena kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan, masih dipenuhi lumpur dan kotoran sisa banjir.

”Ketika awal datang kesini, kondisi beberapa fasilitas umum masih belum memungkinkan untuk digunakan. Kami bersama warga bergotong royong membersihkan lumpur agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan,” ujar Rizky ketua pelaksana KKN.

​Setelah dilakukan pembersihan, kegiatan TPA yang sebelumnya terhenti kini mulai kembali dilaksanakan secara bertahap seiring membaiknya kondisi lingkungan.

Memasuki pekan kedua, mahasiswa mulai melaksanakan program pendampingan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Sungai Iyu dengan pertemuan sebanyak dua kali dalam minggu pertama dan pertemuan sebanyak satu kali di minggu selanjutnya.

Syifa, salah satu siswi SD Negeri Sungai Iyu, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa bahagia bisa kembali bermain dan belajar bersama teman-temannya setelah banjir.

“Aku senang bisa main sama kakak-kakak KKN. Sedih banget karena sudah mau selesai,” ujar Syifa siswa SDN Sungai Iyu.

Selain di sekolah, mahasiswa juga mengadakan kegiatan bermain bersama anak-anak di Lapangan Sungai Iyu. Berbagai permainan seperti kasti dan sepak bola menjadi pilihan utama untuk mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak desa Sungai Iyu.

Nabila, salah satu anak yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku gembira bisa kembali bermain di lapangan meskipun kondisi tanah masih keras akibat lumpur yang mengering.

​”Senang bisa main kasti lagi. Walaupun lapangannya keras, tapi ramai-ramai jadi seru. Ayo kak, besok main lagi,” ujar Nabila anak desa Mesjid Sungai Iyu.

Memasuki pekan kedua, mahasiswa mulai melaksanakan program pendampingan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Sungai Iyu dengan pertemuan sebanyak dua kali dalam minggu pertama dan pertemuan sebanyak satu kali di minggu selanjutnya.

​Syifa, salah satu siswi SD Negeri Sungai Iyu, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa bahagia bisa kembali bermain dan belajar bersama teman-temannya setelah banjir.

​”Aku senang bisa main sama kakak-kakak KKN. Sedih banget karena sudah mau selesai,” ujar Syifa siswa SDN Sungai Iyu.

​Selain di sekolah, mahasiswa juga mengadakan kegiatan bermain bersama anak-anak di Lapangan Sungai Iyu. Berbagai permainan seperti kasti dan sepak bola menjadi pilihan utama untuk mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak desa Sungai Iyu.

Nabila, salah satu anak yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku gembira bisa kembali bermain di lapangan meskipun kondisi tanah masih keras akibat lumpur yang mengering.

​”Senang bisa main kasti lagi. Walaupun lapangannya keras, tapi ramai-ramai jadi seru. Ayo kak, besok main lagi,” ujar Nabila anak desa Mesjid Sungai Iyu.

Tak hanya fokus pada pemulihan psikososial, mahasiswa KKN juga beberapa kali mengadakan bimbingan belajar di posko. Anak-anak dibimbing mengerjakan tugas sekolah serta diberikan penguatan materi seperti Matematika, IPAS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

​Yusil, salah satu peserta bimbingan belajar, mengaku tertarik belajar Bahasa Inggris bersama mahasiswa.

“Aku suka belajar Bahasa Inggris, apalagi kalo diajarin sama kakak-kakak KKN,” ucapnya.

Salah satu mahasiswa KKN, Muhammad Rizkyansyah, mengatakan bahwa antusiasme anak-anak menjadi motivasi tersendiri bagi para mahasiswa selama menjalankan program kemanusiaan dan menjadi semangat untuk terus bergerak dalam menyelesaikan tanggung jawab pada saat KKN berlangsung.

“Kami merasa sangat senang melihat anak-anak begitu excited setiap kegiatan, terutama saat trauma healing di sekolah. Melihat mereka tertawa dan kembali ceria jadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar selama pelaksanaan kegiatan adalah perbedaan daya tangkap setiap anak, sehingga mahasiswa harus menyesuaikan metode pendampingan dan pembelajaran.

“Setiap anak punya karakter dan kemampuan yang berbeda, jadi kami belajar untuk lebih sabar dan kreatif dalam menyampaikan materi,” ujarnya.

Melalui program KKN Kemanusiaan ini, mahasiswa UNY dan Unsam berharap kehadiran mereka dapat membantu proses pemulihan mental anak-anak serta mendukung keberlanjutan aktivitas pendidikan dan sosial masyarakat Desa Mesjid Sungai Iyu pascabanjir.

Sumber : GLOBALDETIK.COM

Scroll to Top