Pelatihan Peningkatan Kualitas Penelitian Inovasi dan Publikasi Hasil Penelitian Bagi Dosen

Jumat 26 Juli 2019, Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu Universitas Samudra (LPPM dan PM univ. Samudra) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kualitas Penelitian Inovasi dan Publikasi Hasil Penelitian bagi Dosen di Lingkungan Universitas Samudra. Acara ini berlangsung dari Juli hingga Oktober 2019.

Acara ini dibuka oleh ketua LPPM dan PM bapak Bustami, SH, MA. Narasumber dalam acara ini adalah Dr. Ir. M. Aman Yaman, M. Agric dari Universitas Syiah Kuala. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian yang berinovasi dan publikasi yang terakreditasi sehingga dapat menaikkan daya saing penelitian di Universitas Samudra.

Pelatihan dan Pelaksanaan Pembelajaran Blended Learning

Rabu 24 Juli 2019, Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu Universitas Samudra (LPPM dan PM) menyelenggarakan Pelatihan dan Pelaksanaan Pembelajaran Blended Learning bagi dosen di Lingkungan Universitas Samudra. Acara ini berlangsung dari tanggal 24 Juli 2019 hingga 24 hari kedepan.

Acara ini dibuka oleh ketua LPPM dan PM bapak Bustami, SH, MA. Narasumber di acara ini adalah Dr.rer.nat Adi Nur Cahyono, M.Pd dari Universitas Negeri Semarang. Selain kegiatan pembelajaran, kegiatan mobilisasi dosen pakar ini juga melaksanakan dua agenda lainnya yaitu pelatihan untuk penelitian, dan juga pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian dan juga publikasi sehingga dapat menaikkan kluster Universitas Samudra.

Komisi VII DPR Sepakati Pagu Indikatif Kemenristekdikti dan LPNK TA 2020

Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor :120/SP/HM/BKKP/VI/2019

JAKARTA – Komisi VII DPR RI menyepakati agar pagu indikatif Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (fungsi pelayanan umum/ristek) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020 mengalami peningkatan atau minimal sama dengan alokaai Tahun 2019 yaitu sebesar 1.053.591.910.000 Rupiah pada Rapat Kerja bersama Kemenristekdikti, Rabu (26/6). Sebelumnya, Nasir menyampaikan pagu indikatif keseluruhan Kemenristekdikti untuk Tahun Anggaran 2020 mengalami penurunan menjadi sebesar 39,7 triliun Rupiah.

Nasir berharap ada kenaikan anggaran di 2020 untuk menyukseskan program andalan Kemenristekdikti di bidang peningkatan kualitas SDM. Diantaranya program Kartu Indonesia Pintar (KIPK) Kuliah yang membutuhkan 5, 2 trilun Rupiah per tahun, dan Beasiswa Bidikmisi. Demikian juga terkait dana riset untuk inovasi. Sebab, bila dana riset turun, akan mengganggu munculnya inovasi-inovasi baru di bidang ristek.

“Saya berharap ada tambahan alokasi dana riset terkait inovasi Kemenristekdikti. Minimal sama dengan tahun 2019,” ungkap Menteri Nasir.

Pada Raker tersebut Komisi VII DPR RI juga sepakat dengan Menristekdikti terkait pagu indikatif yang diharapkan oleh Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) dalam koordinasi Kemenristekdikti RAPBN  TA 2020 sebesar :

  1. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebesar 178,70 Miliar Rupiah
  2. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebesar 888,90 Miliar Rupiah
  3. Badan Informasi Geospasial 
    (BIG) sebesar 1,1 Triliun Rupiah
  4. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebesar 2,8 Triliun Rupiah
  5. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebesar 792 Miliar Rupiah
  6. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI) sebesar 1,6 Triliun Rupiah

Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Naim, Para Kepala LPNK, Para Pejabat Eselon 1 dan 2 di lingkungan Kemenristekdikti, serta para Anggota Komisi VII DPR RI.